AKU TIDAK MENYUKAI BUNGA, AKU HANYA MENYUKAI BUNGA YANG BERNYAWA
Aku tidak menyukai bunga. Ya setidaknya itu yang selalu kukatakan pada diriku sendiri. Bunga terlalu diam, terlalu patuh pada musim, dan terlalu cepat layu untuk sesuatu yang sering disebut indah. Ia mekar tanpa tahu siapa yang memandangnya, gugur tanpa sempat bertanya apakah ia akan dirindukan. Sampai suatu hari, aku menyukai sebuah bunga yang tidak tumbuh di tanah. Ia hidup di balik layar. Aku mengenalnya tanpa pernah bertemu. Tidak ada jabat tangan, tidak ada tatap mata secara langsung. Hanya cahaya layar yang menyala di malam hari, dan sosoknya yang muncul dalam bingkai kecil. Senyumnya tidak wangi seperti mawar, tapi entah kenapa mampu menetap lebih lama di kepalaku. Tawanya tidak bisa ku petik, tapi selalu berhasil membuat hari-hariku sedikit lebih ringan. Ia adalah bunga yang memiliki nyawa. Bernapas, berpikir, merasa. Dan justru karena itu, aku mengaguminya dengan cara yang paling sunyi. Aku mengamatinya dari jauh. Dari unggahan yang ia bagikan, dari cerita singka...






